Tegal – Sedikitnya 224 rumah warga di Desa Capar, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, terdampak banjir yang terjadi pada Senin, 2 Februari 2026. Banjir dipicu meluapnya sungai akibat tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut hingga menyebabkan permukiman warga terendam.
Ketua PMI Kabupaten Tegal Iman Sisworo melalui Kepala Markas Sunarto menyampaikan bahwa berdasarkan hasil assessment, hujan deras mulai turun sekitar pukul 13.00 WIB. Beberapa jam kemudian, debit air sungai meningkat hingga meluap dan memasuki permukiman warga dengan ketinggian air mencapai 50 hingga 150 sentimeter.
“Sekira pukul 17.30 WIB kondisi banjir mulai surut, namun cuaca hujan masih melanda,” jelasnya.
Berdasarkan data di lapangan, banjir merendam rumah warga di lima RT, yakni RT 01 RW 01 sebanyak 45 rumah, RT 02 RW 01 sebanyak 37 rumah, RT 03 RW 02 sebanyak 42 rumah, RT 04 RW 02 sebanyak 34 rumah, serta RT 05 RW 03 sebanyak 5 rumah.
Selain merendam ratusan rumah, banjir juga mengakibatkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan, di antaranya rumah milik Ibu Sudri bagian samping rusak, Ibu Asih bagian belakang jebol, Ibu Dela bagian belakang jebol, Bapak Sarnadi bagian depan jebol, Ibu Kani bagian samping jebol, Bapak Kaliri bagian depan jebol, Ibu Tarijah dan Ibu Sairah bagian belakang jebol.
Tidak hanya itu, bangunan kandang ternak sapi milik Bumdes Lancar Jaya Bersinar dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian pondasi serta pagar yang terbawa arus air. Sementara kandang kambing milik kelompok ternak Bapak Raseno juga hanyut terbawa banjir.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak, Polres Tegal bersama Polsek Jatinegara, Palang Merah Indonesia (PMI), dan warga melaksanakan kerja bakti pascabanjir pada Selasa, 03 Februari 2026 mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Jatinegara IPTU Marsono dengan melibatkan personel Polsek Jatinegara dan Pleton Siaga Bencana Polres Tegal.
Dalam kegiatan itu, Polres Tegal turut mengerahkan Mobil Sabhara guna membantu proses pengangkutan lumpur, sampah, serta material sisa banjir dari lingkungan warga. Personel Polri bersama relawan dan masyarakat tampak bahu-membahu membersihkan rumah, kios, serta akses jalan agar aktivitas warga dapat segera kembali normal.
Kapolsek Jatinegara IPTU Marsono mengatakan bahwa kerja bakti ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya saat warga mengalami musibah.
“Kami berupaya membantu mempercepat proses pemulihan lingkungan agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo, S.H., S.I.K., M.H. mengapresiasi gerak cepat jajarannya dalam membantu masyarakat terdampak banjir.
“Polri akan terus hadir dan bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat dalam memberikan bantuan kemanusiaan serta memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ungkap Kapolres.
Selain melaksanakan kerja bakti, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah timbulnya penyakit pascabanjir. Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergitas antara Polri dan masyarakat semakin kuat sekaligus menumbuhkan kembali semangat gotong royong dalam menghadapi dan memulihkan dampak bencana.

















